Bagaimana Cara Menangani Skoliosis yang Benar?
Setiap orang tentu menginginkan penampilan dan postur tubuh yang ideal. Sayang, beberapa orang mengalami masalah tulang belakang karena berbagai faktor. Alhasil, pertumbuhan tulang belakangnya pun jadi terganggu. Jika sudah begitu, penanganan skoliosis terbaik harus segera dilakukan. Dengan begitu, keinginan untuk tampil percaya diri tanpa adanya gangguan fisik bisa tercapai.
Apakah
Anda atau keluarga Anda ada yang mengalami kondisi seperti di atas? Jika ya,
sudahkah Anda tahu bagaimana cara tepat untuk menangani kelengkungan pada
tulang belakang? Berikut adalah ulasan lengkap tentangnya. Simak, ya!

Skoliosis dan Penyebabnya
Skoliosis adalah gangguan atau kelainan pada tulang belakang yang melengkung secara tidak normal. Kondisi ini umum dijumpai pada anak-anak di masa sebelum pubertas, yakni sekitar usia 10 hingga 15 tahun. Meski begitu, tanda kelengkungan pada anak-anak ini jarang langsung terlihat secara jelas. Tak mengherankan bila Anda mungkin melewatkan gejala skoliosis—pada diri Anda ataupun keluarga Anda—di usia muda dan baru menyadarinya ketika sudah dewasa.
Mengenal Penanganan
Skoliosis Lebih Lanjut
Seperti apa penanganan skoliosis yang terbaik?
Penanganan skoliosis dilakukan berdasarkan tingkat keparahan atau kondisi
tulang belakang serta usia dari pengidap kondisi tersebut. Artinya, semakin
parah kelengkungan atau semakin tua usia seseorang, maka akan semakin kompleks
pula proses pengobatannya.
Untuk itu, pengobatan awal skoliosis umumnya
berupa konsumsi obat pereda nyeri atau suntikan kortikosteroid. Dua jenis
pengobatan ini tergolong pengobatan paling ringan, tak ayal jika durasi
kerjanya hanya sebentar yakni sekitar beberapa pekan atau bulan saja.
Tingkat pengobatan atau penanganan skoliosis
selanjutnya adalah pemakaian alat medis penyokong tulang belakang atau yang
dikenal dengan brace skoliosis. Alat
ini biasanya dipakaikan pada anak-anak atau remaja dengan kondisi tulang
belakang yang melengkung. Scoliosis brace
perlu dikenakan anak-anak atau remaja pengidap skoliosis setiap hari
kecuali saat akan tidur. Meski intensitasnya tinggi, brace ini tidak dapat menghentikan kelengkungan tulang belakang
secara penuh.
Maka dari itu, penanganan skoliosis selanjutnya
adalah terapi untuk mengembalikan atau mengurangi kelengkungan tulang belakang.
Terapi ini biasanya perlu dilakukan dalam kurun waktu yang cukup panjang, yakni
selama berbulan-bulan atau bahkan hitungan tahun. Seperti dua perawatan
sebelumnya, terapi juga tak akan bisa mengembalikan bentuk tulang belakang ke
kondisi normal (tak bengkok).
Jalan terakhir penanganan skoliosis adalah
pembedahan untuk mengangkat tulang yang bengkok parah. Bedah invasif (kecil)
ini juga bertujuan untuk mengurangi deformitas (kelengkungan) pada tulang
belakang dan mengembalikan stabilitas tubuh penderita.
Itulah dia tahapan pengobatan skoliosis. Dengan penanganan dan perawatan yang tepat, Anda tentu akan lebih mudah menyembuhkan kondisi kelainan tulang belakang tersebut. Untuk itu, jika Anda merasa gejala tak nyaman pada tulang belakang, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter. Semoga informasi dalam artikel ini bermanfaat, ya.
0 comments:
Post a Comment